Dulu jalan jalan kota…
lorong lorong desa…
menjadi sahabat setiaku
Sepeda motor melaju menembus panasnya matahari Diantara terpaan debu jalanan
Tong berisi es krim ku jajakan
Karya tanganku sendiri
nafkah yang ku cari hari demi hari
Tanpa ada keluh kesah
Ada pandangan miring…
senyum penuh sindiran…
Dari kerabat…dari sahabat Mereka pandang pekerjaanku tak berharga dan rendah
Seolah dinginnya es krim mendinginkan harga diriku
Namun bagiku…
itu hanya angin yang lewat tak berbekas
Di dalam dadaku ada satu tekad yang takkan pudar
Menjadi suami yang berjuang, setia dan tak kenal lelah
Bekerja bukan untuk pujian tapi untuk cinta di rumah
Setiap butir keringat adalah janji yang kupegang erat
Kemudian datanglah langkah maju yang kami tunggu
Dari motor sederhana ,hadirlah becak yang kami miliki
Membawa ice krim ke pesta pernikahan,walinahan dan hajatan yang megah
Manisnya es krim turut menyertai kebahagiaan pemilik hajatan
Dan hari ini perjalananku tlah menjadi cerita indah
Dari becak kecil hingga punya mobil sendiri
Setiap kemajuan bukankah sekadar benda yang mudah didapatkan…
Melalui keringat. kesabaran, cinta dan ketekunan.
Es krim tetap dingin dan manis seperti dulu
Hati tetap tenang walau masih ada rintangan ke depan.
Karya: Arifin
