Puisi: Tangisan bukit yang kehilangan akar
Karya: Tuti Marlina, S.Pd
Jemari ku jalinan yang kuat…
Memeluk tanah denan erat
Menjaganya tetap melekat
Aku berdiri sebagai payung hijau
Namun kini aku berdiri dengan raga yang hampa.
Hijaunya tubuhku terkoyak-koyak
Ulah tangan-tangan alfa
Kapak, baja telah mencabut nyawaku
Meninggalkan luka disetiap lerengku
Hujan datang bertamu …
Aku tidak mempunyai tangan untuk temu
Tanpa akar yang mengikat tanahku mulai rapuh
Tanpa pelukku jatuh dengan luruh
Aku menagis berbentuk lumpur
Mengalir deras membawa duka yang berat
Aku tidak bermaksud menimbun rumah-rumah, memutus jalan denga batuku
Tapi tubuhku tak lagi sanggup bertahan
Aku hanyut dengan tangis yang tak tertahan
Wahai manusia…
Dengarlah gemuruh bukan sekadar bencana
Rintihan bukit kehilangan pelindung
Kembalikan akarku, pelukku agar tidak ada nyawa yang terkubur…
