WhatsApp-Image-2026-03-24-at-21.48.11
Resensi Buku: 96 Hari

Judul: 96 Hari
Penulis: Sahreni
Penerbit: PT Nyala Masadepan Indonesia

Sinopsis Singkat
Cerita ini berfokus pada dinamika hubungan yang tidak biasa antara tokoh utamanya. Sesuai judulnya, angka 96 menjadi simbol krusial baik itu sebagai batas waktu, masa penantian, atau durasi sebuah komitmen yang mengubah hidup.
Narasi dimulai ketika tokoh utama terjebak dalam situasi sulit yang mengharuskannya menjalani hari-hari penuh tekanan emosional. Ada rahasia besar yang tersimpan rapat, dan setiap hari yang berlalu membawa pembaca lebih dekat pada pengungkapan yang menyakitkan sekaligus melegakan. Konfliknya tidak hanya seputar cinta romantis, tetapi juga tentang bagaimana menyembuhkan luka dari masa lalu dan belajar memaafkan diri sendiri serta orang lain.

Kelebihan
Emosi yang Mendalam: Sahreni dikenal piawai dalam mengaduk emosi pembaca. Deskripsi perasaan tokohnya terasa sangat nyata, sehingga pembaca mudah berempati dengan rasa sakit dan kebahagiaan yang dialami karakter.
Alur yang Menarik: Meskipun temanya sekilas tampak seperti drama klasik, penulis memberikan twist dan pengembangan karakter yang membuat pembaca penasaran untuk menyelesaikan bab demi bab.
Gaya Bahasa: Bahasanya mengalir dan mudah dipahami, namun tetap memiliki sentuhan puitis pada bagian-bagian reflektif.

Kekurangan
Di beberapa bagian tengah, alur terasa sedikit lambat karena terlalu fokus pada gejolak batin tokoh utama, yang mungkin membuat pembaca yang menyukai aksi cepat merasa sedikit jenuh. Beberapa elemen cerita masih menggunakan kiasan (tropes) drama romantis yang cukup umum ditemukan, sehingga bagi pembaca veteran, beberapa konflik mungkin terasa bisa terprediksi.

Kesimpulan
“96 Hari” adalah bacaan yang sangat cocok bagi Anda pecinta kisah romansa melankolis yang menyentuh hati. Novel ini bukan sekadar tentang dua orang yang jatuh cinta, melainkan tentang bagaimana waktu yang terbatas (atau yang ditentukan) dapat mengubah perspektif seseorang tentang kebahagiaan dan arti kehadiran orang lain.

Oleh: Razilla Azzahra

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...