IMG-20260117-WA0022-1
Resensi Buku “Di Bawah Atap Biru Madrasahku”

Judul: Di Bawah Atap Biru Madrasahku
Jenis buku: Antologi Puisi
Penulis: Maisyarah S., S.Pd.I., M.Pd., dkk.
Penerbit: CV Sintesa
Tahun terbit: 2021
Tema: Pendidikan, madrasah, literasi, dan kehidupan siswa

Ringkasan Isi
Buku Di Bawah Atap Biru Madrasahku merupakan sebuah antologi puisi yang merekam pengalaman, perasaan, dan refleksi para penulis tentang kehidupan di madrasah. Melalui bait-bait puisi yang sederhana namun sarat makna, buku ini menggambarkan madrasah sebagai ruang belajar, ruang tumbuh, sekaligus rumah kedua bagi siswa dan guru.
Atap biru menjadi simbol perlindungan, harapan, dan cita-cita yang menaungi proses pendidikan. Puisi-puisi dalam buku ini mengekspresikan cinta terhadap madrasah, penghormatan kepada guru, kebersamaan dengan teman, serta nilai-nilai religius dan kemanusiaan yang tumbuh dalam lingkungan pendidikan Islam.

Kelebihan Buku
🌸Menghadirkan nuansa religius dan humanis khas madrasah.
🌸Bahasa puisi sederhana, jujur, dan mudah dipahami, cocok untuk semua kalangan.
🌸Mendukung gerakan literasi madrasah, khususnya literasi sastra.
🌸Menguatkan nilai karakter seperti syukur, hormat kepada guru, dan semangat belajar.

Kekurangan Buku
🌸Sebagian puisi masih menggunakan diksi yang umum sehingga kurang eksploratif.
🌸Kedalaman makna antar puisi tidak selalu merata karena ditulis oleh banyak penulis.

Penilaian
Secara keseluruhan, Di Bawah Atap Biru Madrasahku adalah buku yang layak dibaca dan diapresiasi, khususnya oleh guru, siswa, dan pegiat literasi. Buku ini tidak hanya menjadi wadah ekspresi sastra, tetapi juga bukti bahwa madrasah mampu melahirkan karya-karya literasi yang bernilai dan bermakna.

Resensi buku oleh: Suci Rahmafitri, S.Pd.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...