IMG-20260130-WA0019
Resensi Buku “Ku Tautkan Hatiku di Sini”

Judul: Ku Tautkan Hatiku di Sini
Penulis: Naswati, dkk.
Penerbit: Nyalanesia
Tahun Terbit: (tidak tercantum pada sampul)
ISBN: Tertera pada sampul
Jenis Buku: Antologi kisah inspiratif pendidik

Ringkasan Isi Buku
Buku Ku Tautkan Hatiku di Sini merupakan kumpulan kisah reflektif dan inspiratif dari para pendidik dan tenaga kependidikan tentang perjalanan mereka dalam dunia pendidikan. Buku ini mengisahkan proses panjang menjadi seorang guru—mulai dari masa pendidikan, tantangan awal mengajar, hingga kebahagiaan yang dirasakan saat melihat peserta didik berkembang.
Setiap cerita menggambarkan suka duka profesi pendidik yang penuh keikhlasan, kesabaran, serta pengabdian. Beragam pengalaman yang dituturkan menunjukkan bahwa menjadi guru bukan sekadar profesi, tetapi panggilan hati yang penuh makna, seperti pelangi yang hadir setelah hujan—indah, penuh warna, dan memberi harapan.

Kelebihan Buku
Bahasa yang digunakan sederhana, mengalir, dan menyentuh emosi pembaca.
Kisah-kisahnya realistis dan dekat dengan kehidupan guru sehari-hari.
Memberikan motivasi dan penguatan batin bagi pendidik yang sedang berjuang.
Cocok sebagai bacaan reflektif untuk guru, calon guru, maupun pemerhati pendidikan.

Kekurangan Buku
Karena berbentuk antologi, gaya penulisan antar penulis terasa beragam dan tidak selalu konsisten.
Beberapa kisah terasa singkat sehingga pembaca ingin pendalaman lebih lanjut.

Kesimpulan
Buku Ku Tautkan Hatiku di Sini adalah bacaan yang menghangatkan hati dan menguatkan jiwa pendidik. Buku ini mengingatkan bahwa di balik lelah dan tantangan, ada kebahagiaan yang lahir dari ketulusan mendidik. Sangat direkomendasikan sebagai bacaan motivasi, refleksi, dan penyemangat bagi siapa pun yang mengabdikan diri di dunia pendidikan. 

Resensi buku oleh : Suci Rahmafitri, S.Pd

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...