IMG-20260326-WA0018
Resensi Buku “Mencegah Polusi di Kampung Asri”

 

Penulis: Bayu Sastria, Raisul, Irsyad, Danish, Aufar, dan Ibrahim

Tahun Terbit: 2024

Dibuat oleh: Anti Pollution Fighter #youth4Healthlmpact

Diproduksi: Ate Fulawan 

 

Genre: Edukasi Lingkungan / Panduan Praktis

 

Sinopsis

Mencegah Polusi di Kampung Asri merupakan sebuah karya kolaboratif yang lahir dari semangat menjaga kelestarian lingkungan sejak dini. Buku ini membawa pembaca ke sebuah latar fiktif bernama “Kampung Asri,” sebuah pemukiman yang awalnya indah namun mulai menghadapi tantangan polusi akibat modernisasi dan kelalaian pengelolaan limbah.

Melalui narasi yang disusun oleh tim penulis (Bayu Sastria dkk.), pembaca diajak mengikuti langkah-langkah konkret dalam mengidentifikasi berbagai jenis polusi mulai dari sampah rumah tangga hingga polusi udara. Fokus utama buku ini adalah pemberdayaan masyarakat agar mampu mengubah kebiasaan buruk menjadi aksi nyata yang berkelanjutan. Buku ini memiliki kekuatan pada pendekatan kolektifnya. Ditulis oleh enam orang penulis, perspektif yang ditawarkan terasa kaya namun tetap memiliki satu visi yang solid di bawah bendera Anti Pollution Fighter.

 

Kelebihan:

Bahasa yang Relevan: Penggunaan istilah yang mudah dipahami membuat buku ini cocok untuk berbagai kalangan, termasuk remaja dan pegiat lingkungan pemula. Penulis tidak hanya memaparkan masalah, tetapi juga memberikan solusi praktis yang bisa diterapkan langsung di tingkat rumah tangga. Terlihat jelas bahwa buku ini adalah produk kerja tim yang ingin menyebarkan pesan bahwa menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan sendirian.

 

Kekurangan:

Karena ditulis oleh banyak orang, terkadang terdapat sedikit variasi gaya bahasa di beberapa bab, namun hal ini tidak sampai mengganggu alur informasi secara keseluruhan.

 

Kesimpulan

Mencegah Polusi di Kampung Asri adalah buku wajib baca bagi siapa saja yang peduli pada masa depan bumi. Ia berfungsi sebagai pengingat sekaligus panduan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu kampung sendiri. Karya ini adalah kontribusi segar bagi literatur lingkungan di Indonesia pada tahun 2024.

Resensi buku oleh : Razilla Azzahra, S. Pd (Tim Minat Tabloid MIN 27 Aceh Besar)

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...