1000444364
Resensi Buku perjalananku

Judul: Perjalananku

Penulis: Nanang Widjajanto, S.Pd

Penerbit: CV Kekata Group

Genre: Kumpulan Puisi (Antologi)

Tema Utama: Kontemplasi diri, perjalanan hidup, dan hubungan manusia dengan Sang Pencipta.

 

Sinopsis dan Isi

Buku ini bukan sekadar kumpulan kata yang berima, melainkan sebuah catatan perjalanan batin. Sesuai dengan judulnya, Perjalananku merangkum berbagai fase kehidupan penulis—mulai dari momen kegelisahan, pencarian jati diri, hingga titik balik di mana ia menemukan kedamaian.

Puisi-puisi di dalamnya cenderung bergaya liris, dengan pilihan kata yang sederhana namun sarat makna. Penulis tidak berusaha menggunakan diksi yang terlalu berat atau abstrak, melainkan menggunakan simbol-simbol alam (seperti senja, jalan setapak, dan angin) untuk menggambarkan perasaan yang kompleks.

Nanang menggunakan gaya bahasa yang lugas. Hal ini membuat puisinya mudah dinikmati oleh pembaca awam sekalipun. Ia tidak terjebak dalam metafora yang terlalu gelap, sehingga pesan moral dalam setiap baitnya tersampaikan dengan jernih.

Tema besar dalam buku ini adalah keikhlasan. Penulis seolah ingin menyampaikan bahwa setiap langkah dalam perjalanan hidup baik itu tanjakan yang melelahkan maupun turunan yang melegakan adalah bagian dari takdir yang harus dijalani dengan syukur.

 

Kelebihan

Banyak puisi yang terasa sangat dekat dengan keseharian pembaca, terutama tentang rasa rindu dan kegagalan.

Penulis tampak sangat jujur dalam mengekspresikan kerentanan dirinya, yang justru menjadi kekuatan utama buku ini.

Biasanya buku puisi ini disusun dengan ruang kosong yang cukup, memberikan “napas” bagi pembaca untuk merenungkan setiap bait sebelum pindah ke puisi berikutnya.

 

Kekurangan

Pengulangan Tema: Beberapa puisi memiliki kemiripan tema yang cukup dekat, sehingga bagi sebagian orang mungkin terasa sedikit repetitif di pertengahan buku.

 

Kesimpulan

Perjalananku adalah buku yang cocok dibaca saat sedang sendiri atau membutuhkan ketenangan. Buku ini berfungsi sebagai pengingat bahwa setiap orang sedang dalam perjalanannya masing-masing, dan tidak ada perjalanan yang sia-sia selama kita berani melangkah.

“Bukan seberapa cepat kita sampai ke tujuan, tapi seberapa dalam kita memaknai setiap jejak yang tertinggal di belakang.”

Karya: Razila Azzahra, S. Pd

Tim MINAT Tabloid MIN 27 Aceh Besar

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...