IMG-20260209-WA0026
Resensi Buku ” PINSI 2″

Judul Buku : PINSI 2 (Piasan Seni MIN 27 Aceh Besar)
Penulis : Naswati, dkk.
Penerbit : PT Nyala Masadepan Indonesia
Tema : Pendidikan, Seni, Literasi Madrasah

Sinopsis
Buku PINSI 2 merupakan lanjutan dari karya literasi seni yang merekam perjalanan, proses, dan hasil kreativitas warga MIN 27 Aceh Besar. Kata PINSI sendiri merupakan singkatan dari Piasan Seni, yang bermakna persembahan karya seni sebagai wujud keindahan dan kesenangan yang dituangkan dalam berbagai bentuk ekspresi, seperti tulisan, gambar, dan ide kreatif lainnya.
Buku ini menggambarkan proses panjang persiapan sebuah pementasan seni, mulai dari perencanaan konsep, dekorasi, sistem penilaian, hingga proses seleksi penampilan siswa. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut disajikan melalui sudut pandang yang beragam, baik dari peserta didik, guru, wali murid, maupun pihak pendukung lainnya.

Isi dan Pembahasan
Kekuatan utama buku ini terletak pada narasi yang jujur dan inspiratif. Penulis tidak hanya menampilkan keberhasilan dan kemeriahan acara, tetapi juga menghadirkan kisah perjuangan, kelelahan, kegagalan, serta dinamika emosi yang menyertai proses kreatif. Hal ini menjadikan buku terasa hidup dan dekat dengan realitas dunia pendidikan.
Selain itu, PINSI 2 menegaskan bahwa seni bukan sekadar hiburan, melainkan sarana pendidikan karakter, penguatan literasi, serta wadah menumbuhkan rasa percaya diri dan kolaborasi pada peserta didik. Buku ini juga mencerminkan semangat optimisme dan dedikasi tinggi para pendidik dalam mendidik dengan hati, sebagaimana tercermin dalam subjudul “Mendidik dengan Hati Membangun Gen Alfa sebagai Manifestasi Madrasah Inspirator.”

Kelebihan Buku

Bahasa komunikatif dan mudah dipahami
Menginspirasi guru dan lembaga pendidikan untuk mengembangkan literasi berbasis seni
Menguatkan nilai kolaborasi antara sekolah, siswa, dan orang tua

Kekurangan Buku
Belum semua bagian dilengkapi dengan data teknis atau dokumentasi visual yang lebih rinci
Fokus cerita lebih dominan pada pengalaman internal madrasah tertentu sehingga kurang umum bagi pembaca luar konteks

Kesimpulan
Buku PINSI 2 merupakan karya literasi pendidikan yang inspiratif dan bermakna. Buku ini layak dibaca oleh pendidik, kepala madrasah, mahasiswa kependidikan, serta siapa pun yang peduli pada pengembangan pendidikan berbasis seni dan karakter. PINSI 2 membuktikan bahwa madrasah mampu menjadi ruang kreatif yang melahirkan generasi berdaya, berkarakter, dan berjiwa seni. 

Resensi buku oleh: Suci Rahmafitri, S.Pd

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...