IMG-20260119-WA0013
Resensi Buku “Suara Hati Anak Didikku”

Judul: Suara Hati Anak Didikku
Penulis: Suci, dkk.
Penerbit: CV Sintesa
Tema: Pendidikan, literasi, dan suara anak
Sasaran pembaca: Guru, orang tua, pegiat literasi, dan masyarakat umum

Ringkasan Isi
Buku Suara Hati Anak Didikku merupakan kumpulan tulisan yang merekam suara, perasaan, dan harapan anak-anak dalam dunia pendidikan. Melalui bahasa yang sederhana, jujur, dan menyentuh, para penulis menghadirkan potret nyata pengalaman anak didik di sekolah, baik suka maupun duka. Buku ini lahir dari semangat gerakan literasi, khususnya Festival Literasi yang digagas oleh Nyalanesia, sebagai wadah ekspresi dan keberanian anak dalam menyampaikan isi hatinya.
Setiap tulisan dalam buku ini menjadi cermin bagi guru dan orang dewasa untuk kembali memahami bahwa anak bukan sekadar objek pembelajaran, melainkan subjek yang memiliki perasaan, mimpi, dan suara yang layak didengar.

Kelebihan Buku
🌸Inspiratif dan menyentuh, karena ditulis dari sudut pandang anak dan pendidik.
🌸Bahasa ringan dan komunikatif, mudah dipahami oleh berbagai kalangan.
🌸Menguatkan literasi karakter, empati, dan hubungan guru–murid.
🌸Relevan dengan dunia pendidikan, terutama bagi guru dan praktisi pendidikan.

Kekurangan Buku
🌸Sebagian tulisan bersifat reflektif sehingga kurang mendalam dari sisi teori pendidikan.
🌸Alur antar tulisan tidak selalu saling terhubung karena berbentuk antologi.

Penilaian
Buku ini sangat layak dibaca oleh guru, calon guru, orang tua, dan siapa pun yang peduli pada pendidikan yang humanis. Suara Hati Anak Didikku mengingatkan kita bahwa pendidikan sejatinya adalah tentang memanusiakan manusia dan mendengarkan suara hati anak-anak yang sering kali terabaikan.

Resensi buku oleh : Suci Rahmafitri, S.Pd

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...