u2-WhatsApp-Image-2025-09-22-at-10.07.16
“Senangnya Membaca Buku di Perpustakaan MIN 27 Aceh Besar“

“Senangnya Membaca Buku di Perpustakaan MIN 27 Aceh Besar“
Penulis: Ananda Suhaila
Sekolahku, MIN 27 Aceh Besar, sangat peduli dengan literasi. Bahkan, setiap hari Rabu atau
Kamis, kami dijadwalkan membaca buku bersama dan saling bertukar cerita. MIN 27 Aceh Besar
memiliki perpustakaan yang nyaman. Membaca buku di perpustakaan adalah waktu yang
kutunggu-tunggu! Biasanya, aku dan teman-teman membaca buku saat jam istirahat.

Begitusampai di ruang perpustakaan, aku langsung merasakan suasana yang tenang dan nyaman.
Ruangan itu bersih, sejuk, dan penuh dengan rak-rak buku yang tersusun rapi. Ada banyak jenis
buku di sana: buku cerita, buku mewarnai, buku tentang hewan, alam, tokoh-tokoh hebat, bahkan
buku tentang cara menggambar!.
Hari itu aku memilih buku fiksi berjudul “Menjaga Kebun.” Ceritanya tentang seorang anak
bernama Bina yang rajin merawat kebun kecil milik neneknya. Ia menanam sayur, menyiram
bunga setiap pagi, dan menjaga agar tidak ada hama yang merusak tanaman. Dari cerita itu, aku
belajar bahwa merawat tanaman juga bagian dari mencintai lingkungan.Di tengah-tengah aku
membaca, Ibu Murhayati, petugas perpustakaan, datang menghampiri kami. “Sudah dapat
bukunya, anak-anak?” tanyanya lembut sambil tersenyum. Ibu Murhayati adalah guru yang baik
hati. Ia selalu membantu kami menemukan buku yang sesuai dengan kesukaan kami.
Teman-temanku juga tampak asyik membaca. Ada yang membaca buku bergambar, ada yang
mewarnai, dan ada juga yang mencatat isi buku di buku catatan kecil. Kami merasa seperti sedang
berada di dunia lain dunia penuh pengetahuan dan petualangan!.
Setelah selesai membaca, aku merasa senang dan lebih tahu banyak hal. Membaca buku ternyata
bisa membawa kita menjelajah ke berbagai tempat, mengenal tokoh-tokoh luar biasa, dan
mempelajari hal-hal baru. Aku ingin semua temanku merasakan hal yang sama. Membaca di
perpustakaan itu menyenangkan, menenangkan, dan sangat bermanfaat. Ayo teman-teman, kita
sering-sering berkunjung ke perpustakaan MIN 27 Aceh Besar. Karena di sanalah, dunia besar
dimulai dari halaman demi halaman!

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...