Banda Aceh — Sejumlah 30 siswa-siswi terpilih dari Kelas Digital (kelas 5 dan 6) MIN 27 Aceh Besar, dengan didampingi 5 orang guru pendamping, berkesempatan melakukan kunjungan edukatif (anjangsana) ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh hari ini. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan literasi serta memperkenalkan fungsi perpustakaan dan kebanksentralan kepada para peserta didik.
Dalam kunjungan tersebut, para siswa tidak hanya mengeksplorasi fasilitas dan koleksi buku yang ada di Perpustakaan Bank Indonesia, tetapi juga mendapatkan kesempatan berharga untuk mengikuti sesi sosialisasi edukatif CBP (cinta bangga paham) rupiah untuk mengetahui pentingnya menjaga dan merawat Rupiah.
Sosialisasi dibuka dengan baik dan meriah oleh Ibu Bela Elpira sebagai Pustakawan BI Aceh dan materinya disampaikan langsung oleh Bapak Raka Bagus Kusasti sebagai Konsultan CBP Rupiah dan dilanjutkan oleh Bapak Hendri Wito sebagai perwakilan Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah. Melalui penyampaian yang interaktif dan menarik, beliau memberikan pemahaman kepada para siswa tentang cara mengenali keaslian uang serta bagaimana langkah nyata dalam menjaga dan merawat Rupiah agar tidak cepat rusak.
Rombongan siswa dan guru pendamping dari MIN 27 Aceh Besar mengaku sangat bersyukur dan antusias atas kesempatan langka ini. Selain menambah pengetahuan dan pengalaman baru di luar kelas, kegiatan anjangsana ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap literasi serta kesadaran para siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam merawat mata uang nasional.
Usai mengikuti sosialisasi CBP, siswa-siswa dibawa berkeliling di lantai 1 untuk melihat wujud uang dari masa ke masa, kemudian usai melihat lihat pameran uang.
Tak kalah menarik, kegiatan kali ini juga diwarnai dengan aksi dari Pers Cilik (Perscil) MIN 27 Aceh Besar. Tim Perscil ini berkesempatan melakukan wawancara langsung secara eksklusif dengan Bapak Hendri Wito, pegawai BI yang telah bertugas sejak tahun 2010 dan saat ini bertugas di bagian kasir Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah. Dalam wawancara tersebut, Perscil MIN 27 Aceh Besar menggali berbagai informasi mendalam mengenai Rupiah, mulai dari peran penting mata uang nasional hingga tata cara pengelolaannya di Bank Indonesia.
Sedangkan siswa siswi lainnya langsung dibawa ke perpustakaan didampingi oleh Ibu Bella dan rekannya serta guru pendamping MIN 27 Aceh Besar.
Tiba di perpustakaan BI Aceh siswa siswi dibuat terkesima oleh perpustakaanya yang sangat bersih, wangi, indah dan rapi, pustaka yang tidak terlalu besar, namun tata letak ruangnya begitu modern dan sangat nyaman. Perpustakaannya terdapat lantai atas, ruang baca khusus, meja komputer, ada bean bag yang yang empuk dan ternyata ada bean bag isinya berasal dari uang cacahan uang yang tidak digunakan lagi. Di perpustakaan BI Aceh tersedia begitu banyak buku namun bacaannya sangat serius membahas tentang ekonomi namun tidak begitu banyak tersedia buku serial anak, tapi menariknya di perpustakaan BI tidak hanya ada buku tapi juga ada bacaan koran, majalah, mainan edukatif seperti menyusun puzzle yang begambarkan uang rupiah.
Pada akhir kegiatan seluruh siswa siswi MIN 27 Aceh Besar merasa sangat bergembira berkesempatan mengikuti anjangsana perpustakaan di perpustakaan BI Aceh dan saat berpamitan kembali ke madrasah, siswa siswi dan guru pendamping diberi makanan santap siang sebelum kembali ke madrasah.
Usai dari perputakaan siswa siswi dan guru pun berfoto bersama di depan gedung Bank Indonesia Provinsi Aceh dan melanjutkan perjalanannya untuk makan dan shalat dhuhur di masjid raya baiturrahman lalu kembali ke madrasah tercinta.
