
BANDA ACEH – Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, berubah menjadi lautan kreativitas pada Selasa (12/5/2026). Sebanyak 130 siswa- siswi dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 27 Aceh Besar berkumpul untuk menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Gebyar Literasi”
Kegiatan yang berlangsung di bawah langit cerah ibu kota ini bertujuan untuk mengasah kemampuan literasi siswa di luar ruang kelas, memberikan suasana baru agar imajinasi peserta didik dapat berkembang lebih bebas.
Kehadiran para siswa ini tidak sendirian. Mereka didampingi oleh 12 guru yang tergabung tim literasi MIN 27 Aceh Besar. Para guru pendamping ini bertugas membimbing dan memberikan arahan teknis kepada siswa agar mampu menuangkan ide-ide mereka ke dalam bentuk tulisan yang rapi dan bermakna.
Ibu Kepala madrasah MIN 27 Aceh Besar turut hadir langsung di lokasi untuk memantau sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta. Dalam arahannya di tengah lapangan Blang Padang, beliau menekankan pentingnya mengekspresikan diri melalui tulisan sejak dini.
Beliau mengarahkan para siswa ke dalam dua fokus karya utama:
• Menulis Puisi: Dengan tema ” kegembiraan” siswa diajak menggambarkan rasa syukur dan kebahagiaan mereka melalui rima dan bait-bait yang indah.
• Menulis Cerita: Dengan tema “Profesi” siswa diminta untuk mengeksplorasi cita-cita mereka dan membayangkan peran apa yang ingin mereka ambil untuk masa depan bangsa.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya pandai membaca, tapi juga mahir merangkai kata. Memilih Blang Padang sebagai lokasi agar mereka merasa senang dan bebas mencari inspirasi dari lingkungan sekitar,” ujar Ibu kepala Madrasah di sela-sela kegiatan.
Kegiatan ini menarik perhatian warga yang sedang beraktivitas di sekitar Blang Padang. Dengan beralaskan rumput hijau, para siswa tampak antusias menggoreskan pena di kertas mereka masing-masing. Hasil karya dari Gebyar Literasi ini akan dikumpulkan, di dokumentasi dan di cetak buku antologi siswa- siswi sebagai usaha mereka dalam menulis dan juga sebagai penambahan koleksi perpustakaan MIN 27 Aceh Besar. Sehingga, biasanya mereka mengunjungi perpustakaan membaca tulisan-tulisan orang lain namun sekarang mereka dapat membaca tulisan mereka masing-masing. Ini juga merupakan bagian dari portofolio literasi madrasah.
Gebyar Literasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi sekolah-sekolah lain di Aceh untuk terus menghidupkan budaya menulis, selaras dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Oleh: Sri Hastuti,S.Pd.I (Persgu MIN 27 Aceh Besar)


