WhatsApp-Image-2026-03-06-at-08.50.51
Suka Duka Menjadi Prajurit Madrasah

Oleh : Rizqa Fadhla
Kelas 5 Asy-Syakur

Assalamualaikum…
Hallo teman-teman,,, kenalin aku Rizqa Fadhla dari kelas 5 Asy-Syakur di MIN 27 Aceh Besar.
Kali ini Fadhla ingin mempersembahkan sebuah cerpen tentang pengalaman menjadi prajurit madrasah.

Waktu awal semester satu kelas empat, Fadhla terpilih menjadi bendahara kelas. Beberapa hari kemudian ada pemilihan prajurit baru madrasah yang persyaratannya adalah dipilih dari organisasi masing-masing kelas, seperti ketua kelas, wakil ketua kelas, bendahara, sekretaris, ketua keamanan dan ketua keagamaan.  Sebelum terpilih, kami di seleksi beberapa kali terlebih dahulu. Pertama diberikan beberapa pertanyaan tentang apa saja tugas dan tanggungjawab seorang prajurit madrasah. Ada teman-teman yang menjawab mencatat siswa-siswi yang datang terlambat, menjaga kebersihan lingkungan madrasah, menggantikan jam mengajar guru di saat ada rapat penting dan mendadak. Fadhla mencoba menjawab mengatur barisan ketika senam pagi, upacara, membaca senyap dan saat jumat berkah. Alhamdulillah Fadhla lulus seleksi pertama.
Pada seleksi yang kedua, Fadhla bersama teman-teman yang lainnya selalu diperhatikan oleh kakak-kakak senior. Ada yang ditegur bahkan ada yang dilapor.

Oh yaaa teman-teman,,, Fadhla suka menjadi prajurit madrasah adalah awalnya penasaran apa sich prajurit madrasah itu… Selain penasaran, Fadhla kepingin menjadi siswi yang mandiri, berani dan juga tegas. Selain itu juga Fadhla ingin bisa menambah pertemanan dan juga ilmu.

MIN 27 Aceh Besar memiliki prajurit madrasah, seperti prajurit hijau dan orange, dokter kecil, tim G-sell, Perscil dan sahabat perpustakaan. Menjadi prajurit madrasah harus tegas, jujur, menghormati senior, berani. Intinya tidak semua siswa-siswi bisa menjadi prajurit madrasah karena ini merupakan relawan yang selalu membantu kegiatan di madrasah.

Jadi,,,, menjadi prajurit madrasah itu adakalanya capek di saat bertugas dan adakalanya seru waktu kedatangan tamu karena bisa menambah ilmu.

Demikianlah cerita singkat dari Fadhla tentang pengalaman menjadi prajurit madrasah.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...