
Hasl Wawancara Percil dikegiatan Anjangsana Perpustakaan di
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) untuk wilayah Aceh (melalui Balai Arsip Statis dan Tsunami*
Muhammad: Assalamu’alaikum Bapak perkenalkan kami dari Tim Percil MIN 27 Aceh Besar. Dengan saya Muhammad, Ibrahim, Riffa, dan Sheena. Izin bapak, apakah boleh kami mewawancarai bapak? Kalau boleh kami tau nama bapak siapa dan jabatannya sebagai apa?
Pak Farhan : Walaikumsalam Boleh nak. nama bapak Pak Farhan Muahmmad Uzair . Jabatan bapak Ketua Tim Layanan dan Pemanfaatan BAST ANRI
Muhammad: Baik pak, Balai Arsip Nasional Republik Indonesia atau yg sering kita sebut (ANRI) melalui Balai Arsip Statis dan Tsunami ini sejak kapan ya berdirinya bapak?
Pak Farhan: Balai Arsip ini didirikan pada tahun 2009, sementara yang di sini didirikan pada tahun 2019 untuk mengembangkan arsip ini.
Ibrahim: Wah sudah lama ya pak, lalu Jenis arsip saja yang tersimpan di sini pak?
Pak Farhan: Di sini banyak sekali arsip, dari arsip dokumen, arsip gambar, dan masih banyak lagi. Arsip itu adalah kejadian atau sesuatu yang pernah terjadi. Bahkan nak kertas yang kalian pegang juga termasuk arsip loh
Sheena: waah pak kami bisa jadi tau macam macam jenis arsip ya pak. Kami penasaran ni pak dari mana bapak mendapatkan semua arsip dari bencana ini? Lalu bagaimana cara menjaganya?
Pak Farhan: nah menarik sekali ni pertanyaannya. Tentu nya arsip yang kita dapatkan harus kita jaga, agar tidak rusak ataupun lapuk. Seperti buku yg semakin lama akan semakin berdebu,kusam atau bisa saja dimakan rayap. Nah untuk menjaganya kita setiap hari membersihkan arsip arsip yg ada disini, lalu arsip yg ada disini tidak boleh di bawak pulang oleh pembaca atau pengunjung. Jika sangat di butuhkan boleh di fotocopy untuk menjaga keaslian dan ke utuhan arsip ini, jika pengunjung ingin kembali lagi kesini untuk membaca bukunya bisa di simpan dlu di dalam rak dan ada kententuan nomornya.
Riffa: Apa fungsi utama dari Balai Arsip Statis dan Tsunami yang berada di bawah naungan ANRI?
Pak Farhan: Fungsi utamanya tentunya sebagai penyimpanan arsip peninggalan peninggalan sejarah kebencanaan dan tsunami yang pernah terjadi di Aceh agar tetap terjaga dan terawat dengan baik. Yang bisa di kenang dan di baca oleh kita semua nya.
Sheena: Lalu pak, apakah arsip yang ada di sini bisa diakses lewat internet?
Pak Farhan: Kita belum membuat aplikasi khusus untuk arsip ini dapat diakses oleh pengunjung lainnya. Namun pengunjung dapat datang kemari untuk membaca atau mempoto copy bacaannya jika sangat di butuhkan. Lalu kita juga menyediakan ruangan baca berbasis digital menggunakan komputer agar pengunjung lebih nyaman.
Ibrahim: Nah pak/ibu, adakah tantangan terbesar dalam memelihara arsip yang berkaitan dengan bencana ini pak?
Pak Farhan: menurut bapak tantangan terbesar, kewarisan kearsipan arsip bisa saja rusak jika berdebu, robek, atau dibiarkan di tempat lembab itu bisa saja menimbulkan kerusakan.
Muhammad: Pak, setelah kami berkeliling di sini kami banyak sekali mendapat pengetahuan baru. Pertanyaan saya pak, apakah kegiatan ini selalu dilakukan? Siapa saja yang bisa berkunjung kesini pak?
Jawab: Semua orang bisa berkunjung tanpa perlu bayar. Jika untuk anak sekolah maka harus konfirmasi terlebih dahulu untuk kita buat jadwal khusus seperti adik adik ini. sementara warga sekitar bisa pergi kapan saja.
Riffa: Waaah sangat luar biasa sekali ya pak. Kami banyak sekali mendapatkan ilmu baru ni pak, dulunyaa kami hanya tau gedung ini berdiri kokoh namun sekarang kami diberikan kesempatan dan pengetahuan yg luar biasa tentng Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) ini. terimakasih banyak ya pak atas waktu dan kesempatannya yang telah bapak berikan kepada kami. Kami dari Tim Percil mewakili teman yang lain mengucapkan terimakasih telah diberikan izin untuk berkunjung kemari.Semoga kita bisa bertemu di lain waktu ya pak.. 🙂
Ibrahim: Kami dari Tim Percil pamit undur diri, wassalamualikum warahmatullahi wabarakatuh. apakah boleh kita berfoto bersama pak? 🙂
Karya: TIM Percil MIN 27 Aceh Besar
